Tidak Bisa Beriman dan Taqwa yang Sesungguhnya Kalau Belum Mengenal Allah

Beramal Berilmu

>
Assalamu’alaikum  ........... Wr. Wb
Beramal tanpa didasari ilmu maka amal yang diperbuat tidak  ada nilai harganya bahkan membawa kesesatan. Dalam ajaran Islam ada 4 ilmu yang wajib kita tuntut :

      1.  Syareat : Mengetahui undang undang Allah dan Rasullnya terdapat pada   
           Alqur’an  dan hadis mencakup disiplin, ilmu piqih, ilmu adab  dan  lain lain.
      2.  Tarekat : Mengamalkan peraturan yang sudah diketahui dari  Alquran  dan hadits 
            dengan karna Allah. 
      3.  Hakikat : perpaduan dari syerat dan tarekat  menjadi kebenaran sejati  dan mutlaq 
           pada jiwa  manusia itu. 
      4.  Ma’rifat : mengenal Allah. Kita tidak mungkin mencintai sesuatu yang kita tidak
           kenal. Kata pepatah = tak kenal maka tak cinta dan tak sayang. Ma’rifat inilah 
           yang mengantarkan orang mencintai Allah.

Keempat ilmu ini tidak dapat dipisah-pisahkan dalam melaksanakan ibadah 
Barang siapa syariat tarekat saja  hukumnya fasik = sesat
Barang siapa  hakikat ma’rifat saja hukumnya zindik = penghuni neraka.
Barang siapa yang mengumpulkan semuanya itulah yang benar

Namun sekarang ini ada yang mengatakan  nanti menuntut ilmu hakikat ma’rifat kalau umurnya  sudah tua , ini pendapat yang keliru. Kalau  tidak menuntut dari sekarang maka kita dalam kesesatan. Apalagi kalau kita meninggal dunia belum sempat belajar hakikat ma’rifat maka  diakhirat lebih sesat jalan  (QS. Al-isra 72). 
 
"janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya". QS Al-Isra 36."

Tuntutlah ilmu agar ibadah kita tidak sia-sia karna ilmu  yang membawa jalan kepada Allah Tuhan semesta Alam. Kita akan menemukan tujuan hidup yang sebenarnya agar terciptanya ketenangan jiwa sampai ajal menjemput kita.   Wassalam......... Wr. Wb.

PAHALA SURGA


Assalamu’alaikum......Wr. Wb.
Para ustad , ulama, kiyai, syekh dan yang lainnya dalam berdakwah sering kali mengajarkan kepada umat islam berbicara pahala dan surga bahkan mereka diperintah berlomba-lomba mengejar pahala dan surga. Ini adalah cara pandang yang kurang baik, beribadah dengan cara perhitungan Kepada Allah atau dengan kata lain meminta upah.

Mungkin kalau  tidak ada pahala dan surga mereka tidak mau berdakwah dan beribadah kepada Allah.   “Sungguh sangat  memalukan”

Allah sudah memberikan rahmat yang tak terhingga dari ujung rambut sampai ujung kaki  baik jasmani maupun  ruhani : pendengaran, penciuman, penglihatan, pengrasa, makanan, minuman dan lain sebagainya. Bahkan bumi dan langit beserta isinya diciptakan untuk manusia.  Apakah  tidak menyadari hal itu ?........

jika beribadah itu alangkah baiknya karna cinta kepada Allah , bukan dengan cara  meminta upah. Allah berkata :  Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah QS Albaqarah 165 . Kalau sudah beriman maka Takwa dan beramal sholeh  ada dengan sendirinya pada jiwa manusia itu.

Kalau beribadah meminta upah itu artinya ibadah mengejar pahala kemegahan istana surga, ini berarti karena terpaksa dan dipaksa bukan dengan hati yang murni.

Kemudian Kalau kita cinta rasulullah tentunya mencontoh (teladan) ilmunya Muhammad Rasulullah yang baik dan benar (QS. Al-azhab 21 ).

Contoh (teladan) yang baik dan benar adalah sebagai berikut

“Katakanlah“ Aku tidak meminta upah sedikitpun dalam menyampaikan risalah ini
 melainkan mengharapkan kepatuhan bagi orang yang mengambil  jalan 
kepada Tuhannya.(QS.Furqon 57)."

Jika beribadah mengharapkan upah pahala, surga, kemegahan, kenikmatan, kekayaan berarti manusia itu tidak mengambil jalan yang lurus melainkan masuk ke jurang hina. Tetapi apabila manusia itu mengambil jalan kepada Tuhannya Allahu Rabby maka ia tidak meminta upah pahala surga dan yang lainnya.

Yang terbaik adalah kita mengharapkan Ridha Allah artinya Allah cinta, senang suka pada hambanya. Kalau Allah sudah Ridha sekalipun manusia itu ditempatkan dineraka maka nerakanya padam diganti dengan kenikmatan yang terbaik dari Allah. Contoh Nabi ibrahim yang dimasukkan kedalam kobaran Api namun Nabi Ibrahim tidak merasa panas tapi sebaliknya kenikmatan yang beliau rasakan.        Wassalamu’alaikum  ........Wr.Wb.

LA...ILAHA....ILALLAH

firman Allah: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya LAA ILAAHA ILLALLAH (Tidak ada Tuhan selain Allah) dan mohonlah ampun bagi dosamu  bagi orang beriman, laki-laki dan perempuan.”QS. Muhammad, 47:19
Ucapan lailahaillallah itu harus dengan Ilmu artinya mengetahui maksud dan tujuannya. Dari arti secara syari'at, torikat, hakikat dan ma'rifat baru dikatakan selamat. Kalau tidak tau ilmunya maka akan mendatangkan Dosa
a    
      Sabda-sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan demikian pula yang diucapkan para nabi sebelumku adalah LAA ILAAHA ILLALLAH…” (HR. Tirmidzi)
Nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah mengerti LAA ILAAHA ILLALLAH, karena bagi penghuni surga kalimat ini bagaikan air yang mengalir untuk penghuni bumi (Kalimat ikhlas, karya Ibnu Rajab [52-53]) Oleh sebab itu, barangsiapa mengucapkan kalimat ini maka harta dan darahnya terjaga. Sebaliknya barangsiapa menentangnya maka maka harta dan darahnya halal dialirkan.
3.      Hadist Rasulullah SAW
Rasulullah saw bersabda: “Bahwasannya Allah Ta’ala mengharamkan api neraka menjilat orang yang berkata LAA ILAAHA ILLALLAH yang tujukan hanya kepada Allah semata-mata (HR. Bukhari Muslim)
4.      Di dalam kitab Sirrul Asrar karya Syaikh Abdul Qadir Al Jailani qs fasal lima tentang taubat dan talkin disebutkan: Di dalam Al Qur’an kalimat tauhid (kalimat LAA ILAAHA ILLALLAH) ditempatkan dalam dua tempat. Ayat ini menjadi sabab nuzul bagi adanya talqin (pembelajaran) dzikir untuk tujuan tertentu, yakni wushul (sampai) kepada Allah.
Masih di dalam kitab Sirrul Asrar, Syekh Abdul Qadir Al Jailani qs menerangkan, di dalam kitab Bustanusy Syariah, orang pertama yang menginginkan jalan terdekat kepada Allah, terunggul tetapi termudah melalui Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib

Iman Seseorang


Tingkatan Iman

1. Iman taqlid ialah orang yang beriman percaya kepada  Allah hanya
    mendengar dari perkataan orang lain tidak dapat mengemukakan dalil-dalil
    dan alasan-alasannya.
2. Iman ilmu yaqin ialah ilmu yang timbul karena ma’ripat kepada Allah
    sanggup mengemukakan dalil-dalilnya sendiri .
3. Iman ainul yaqin ialah karena kenal kepada Allah sebagaimana hasil dari
    mukarabah pengintaiannya terhadap Allah dengan tidak pernah lengah
    sedikit juapun.
4. Iman haqqul yakin ialah iman karena kenal kepada Allah, mata hatinya
    selalu memandang Allah didalam segala hal dan keadaan. 

5. Iman kamalul yakin ialah karena pengenalan kepada zat yang laisya
    kamislihi ,hilanglah dirinya tenggelam didalam lautan ahadiyatullah yakni
    tidak ada lagi yang terpandang olehnya hanya Allah semata. Meskipun
    matanya melihat sesuatu alam ini namun  Allah jualah yang terpandang
    olehnya.

Bagi ahli jahir melihat dari sudut kenyataan dan sebutannya,
Bagi ahli bathin melihat pada hakekat hamba dan jiwanya tidak
memiliki rupa dan sebutannya,mereka tidak ada perbedaan.

Rido Syafaat Barokah


-Ridho  berarti  suka, rela, senang, cinta, kasih.
-Ridho yaitu pergi tak dijemput pulang tidak diantar
Seorang ma’rifat prilakunya yang rhido yaitu ia tidak membenci apa yang terjadi menimpa dirinya, ia  suka rela dan senang menerima apapun yang diberikan Allah kepada dirinya, baik berupa nikmat dan musibah atau berupa bencana.

Syafa, at adalah  Do’a yang mendatangkan suatu kebaikan yang berman’paat  atau menolak suatu kemudharatan ( ba’la ).

Barokah adalah kebaikan yang diberikan Allah kepada kita , suatu ilmu yang kita miliki, kekayaan(rejeki ), serta kedudukan/jabatan  membuat atau mejadikan diri kita semakin bertambah cinta dan takwa  kepada Allah.

Taqobbalallah Barakallah

Rasulullah biasa mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum kepada parasahabat, yang artinya semoga Allah menerima aku dan kalian. minna waminkum taqabbal ya karim Maksudnya semoga Allah menerima segala amal ibadah kita
1. Bissawab : Sesungguhnya  Allah Yang Mahatahui.
2. Wallahu ‘alamu bissowab = Sesungguhnya   Allah Yang Maha
    tahu
3. Wallahu Alam Bishawab, hanya Allah SWT lah yang Maha
    Mengetahui
4. Barakalla hulahu : Semoga Allah memberikan keberkahan
    kepada laki-laki
5. Barakalla hulaha : semoga Allah memberikan keberkahan
    kepada perempuan
6. SWT adalah singkatan dari Subhanallahu Wa ta’ala yang
    mempunyai arti    engkau yang Maha Suci  Dan Maha Tinggi
7. SAW adalah kependekan dari Shallallahu `alaihi Wa Sallam,
    yang   disunnahkan kepada kita untuk mengucapkannya pada
    saat menyebut atau mendengar nama Rasululloh SAW. Arti dari
    istilah ini adalah “Semoga ALLAH SWT memberikan shalawat
    dan salam kepadanya
8. AS sendiri adalah kependekan dari Alaihis Salam yang
    bermakna “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya”. Kita
    akan dapati di akhir nama para Nabi dan Rasul
9. RA adalah istilah untuk menyingkat lafaz Radhiyallahu
   `anhu/`anha / `anhum. Biasanya digunakan dan diberikan
    kepada para sahabat Rasulullah SAW. Maknanya adalah
   “Semoga ALLAH SWT meridhoinya”. Ada beberapa ketentuan
    mengenai hal ini. Apabila di bagian akhir `anhu itu berarti satu
    orang laki-laki. Sementara jika kata terakhirnya adalah `anhum
    maka ini berarti banyak (jamak) dan sedangkan jika kata
    terakhirnya adalah `anha maka ditujukan untuk seorang wanita

Malam Jum'at


Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya malam Jum’at dan harinya adalah
  24 jam milik Allah Azza wa Jalla.

•Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “waktunya hari kamis dimulai waktu setelah
  ashar  sampai waktu sholat jum’at.

•Imam ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata: “Malam Jum’at dan hari Jum’at Allah
  mengutus  para Malaikat ke langit dunia untuk  melipatgandakan kebaikan dan
  menghapus keburukan, 1 kali dihari yang lain  70 kali di mlm dan hari jum’at.

•Hadis nabi = Abu hurairah ; MA’ASIRAL MUSLIMIN INNA HAJA
 YAU MAN JA’A’LAHUL LAHU LAKUM ‘INDAN  artinya  wahai kaum  muslimin  sesungguhnya  saat ini adalah hari yang dijadikan oleh Allah sebagai hari raya  untuk kalian dan Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia
di sisi Allah, hari  jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha.

•Penghapus dosa, Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan
  shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah  kamu kepada mengingat Allah dan
  tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. 
 (QS. Aljumu’ah : 9).

•Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, ke masjid,  shalat
  sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya
  diantara dua Jum’at”.  HR. Muslim dari Abu Hurairah.

• Hari persaksian  adalah hari Jumat”. (HR. Imam At Tirmidzi Wafat pada malam hari
  Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah.siksa
  (azab) kubur.
•Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah  bersabda:"Setiap muslim yang mati
  pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari
  fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

•Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada  hari-hari lainnya.