Ucapan lailahaillallah itu harus dengan Ilmu artinya mengetahui maksud dan tujuannya. Dari arti secara syari'at, torikat, hakikat dan ma'rifat baru dikatakan selamat. Kalau tidak tau ilmunya maka akan mendatangkan Dosa
a
Sabda-sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan demikian pula yang diucapkan para nabi sebelumku adalah LAA ILAAHA ILLALLAH…” (HR. Tirmidzi)
Nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah mengerti LAA ILAAHA ILLALLAH, karena bagi penghuni surga kalimat ini bagaikan air yang mengalir untuk penghuni bumi (Kalimat ikhlas, karya Ibnu Rajab [52-53]) Oleh sebab itu, barangsiapa mengucapkan kalimat ini maka harta dan darahnya terjaga. Sebaliknya barangsiapa menentangnya maka maka harta dan darahnya halal dialirkan.
Sabda-sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan demikian pula yang diucapkan para nabi sebelumku adalah LAA ILAAHA ILLALLAH…” (HR. Tirmidzi)
Nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah mengerti LAA ILAAHA ILLALLAH, karena bagi penghuni surga kalimat ini bagaikan air yang mengalir untuk penghuni bumi (Kalimat ikhlas, karya Ibnu Rajab [52-53]) Oleh sebab itu, barangsiapa mengucapkan kalimat ini maka harta dan darahnya terjaga. Sebaliknya barangsiapa menentangnya maka maka harta dan darahnya halal dialirkan.
3.
Hadist Rasulullah SAW
Rasulullah saw bersabda: “Bahwasannya Allah Ta’ala mengharamkan api neraka menjilat orang yang berkata LAA ILAAHA ILLALLAH yang tujukan hanya kepada Allah semata-mata (HR. Bukhari Muslim)
Rasulullah saw bersabda: “Bahwasannya Allah Ta’ala mengharamkan api neraka menjilat orang yang berkata LAA ILAAHA ILLALLAH yang tujukan hanya kepada Allah semata-mata (HR. Bukhari Muslim)
4.
Di dalam kitab Sirrul Asrar karya Syaikh Abdul Qadir
Al Jailani qs fasal lima tentang taubat dan talkin disebutkan: Di dalam Al
Qur’an kalimat tauhid (kalimat LAA ILAAHA ILLALLAH) ditempatkan dalam dua
tempat. Ayat ini menjadi sabab nuzul bagi adanya talqin (pembelajaran) dzikir untuk
tujuan tertentu, yakni wushul (sampai) kepada Allah.
Masih di dalam kitab Sirrul Asrar, Syekh Abdul Qadir Al Jailani qs menerangkan, di dalam kitab Bustanusy Syariah, orang pertama yang menginginkan jalan terdekat kepada Allah, terunggul tetapi termudah melalui Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib
Masih di dalam kitab Sirrul Asrar, Syekh Abdul Qadir Al Jailani qs menerangkan, di dalam kitab Bustanusy Syariah, orang pertama yang menginginkan jalan terdekat kepada Allah, terunggul tetapi termudah melalui Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib
Berani hidup harus berani menghadapi masalah, jangan takut dan jangan gentar, hadapi dengan benar dan tawakal, karena setiap masalah sudah diukur Allah sesuai kemampuan kita.
BalasHapuskalau menyebut lailahaillalllah manusia bisa tetapi hakikat nya belum tentu semuanya tau
BalasHapus